Kecoa al, 2014). Kecoa dapat menyebabkan keracunan makanan

Kecoa adalah hama yang tidak disukai oleh manusia,
karena menimbulkan bau busuk, menjijikan sehingga terkesan kotor, serta vektor
dari beberapa penyakit dan menimbulkan alergi pada manusia (Bestari, W. et al, 2014). Kecoa dapat menyebabkan
keracunan makanan karena ditubuhnya membawa bakteri patogen seperti Salmonella,
Staphylococcus, Streptococcus, Coliform, dan bakteri patogen lainnya. Kecoa
menjadi tempat hidup dan penular patogen penyakit karena kecoa bisa makan apa
saja seperti sisa makanan di dapur dan tempat sampat. sehingga kecoa penyebaran
kuman patogennya pada saat berjalan di atas piring dan peralatan makan (Ogg, B.
et al, 2006).

Kecoa Amerika Periplaneta
Americana (L.), kecoa Jerman Blatella
Germanica (L.), dan kecoa Australia
Periplaneta Australasiae (F) .kecoa yang banyak di temukan di lingkungan
permukiman indonesia adalah Periplaneta Americana
(L.) (Cornwell. 1968).

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

lebih dari 100 outbreak penyakit infeksi memiliki hubungan
dengan kapal laut (World Health Organitation. 2005). laporan CDC pada 2004-2017
menunjukkan sebanyak 239 kapal pesiar yang tiba di Pelabuhan U.S mengalami
outbreak gastrointestinal, lebih dari 10.000 penumpang dan crew kapal mengalami
gejala muntah-muntah dan diare. Agen penyakit yang menyebabkannya adalah
Norovirus, Enterotoxigenic E.coli (ETEC), Shigella sp, Shigella sonnei,
Salmonella sp., Enterobacter, Entamoeba histolytica, dan Cyclospora
cayetanensis (CDC, 2017). Salmonella sp. dapat ditularkan oleh kecoa ke tempat
lainnya. Penelitian ini membuktikan bahwa kecoa adalah serangga pembawa bakteri
Salmonella sp. (Jay JM, et al, 2005).

Di dalam tubuh kecoa ditemukan lebih dari 40
mikroorganisme bahkan dalam tubuh kecoa juga ditemukan jenis virus polio.tinja
kecoa memiliki kandungan xzar karsinogenik. maka dari itu perlu adanya upaya
pengendalian terhadap populasi kecoa (Mullins, 1973)

Upaya pengendalian kecoa bisa dilakukan dengan cara
sanitasi, mekanis, kimiawi atau biologi. Pengendalian secara kimiawi yang
dilakukan oleh masyarakat dinilai lebih praktis seperti penyemprotan atau
pengasapan. Tetapi asap yang mengandung insektisida ini apabila menyebar
kedalam rumah dapat menimbulkan racun juga terhadap penghuni rumah. Selain itu
metode ini juga dapat meninggalkan residu yang berbahaya bagi manusia (Environent
Health Watch 2005). Maka perlu adanya pengendalian yang aman bagi lingkungan
dan juga bagi manusia dengan solusi pengendalian kecoa menggunakan insektisida
nabati.

Insektisida nabati adalah insketisida yang terbuat
dari bahan dasar tanaman. Insektisida nabati tidak hanya mengandung satu macam
bahan aktif , tetapi beberapa jenis bahan aktif (Manaf, 2012). Senyawa yang
terkandung pada tumbuhan dapat mempengaruhi beberapa mekanisme serangga hama seperti
penghambat nafsu makan, zat penolak (repellent), menghambat perkembangan,
menurunkan reproduksi dan juga racun (Hersanti, et al, 2013).

Senyawa tumbuhan yang diduga berfungsi sebagai
insektisida diantaranya adalah golongan sianida, saponin, tanin, flavonoid,
alkaloid, steroid, dan minyak atsiri (Kardinan, 2000). Jenis tumbuhan yang
dapat dijadikan insektisida nabati antara lain adalah tanaman pepaya (Carica
papaya L.) .

Pada uji fitokimia pada daun pepaya menggunaka
spektrofotometry menunjukkan hasil daun pepaya mengandung 0,25% alkaloid, 0,14%
flavonoid, 0,30% saponin dan 11,34% tanin. tetapa pada uji fitokimia
menggunakan Thin Layer Chromatography (TLC) menunjukkan hasil daun pepaya
mengandung